Nafas Tetap SegarNafas bau tak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga orang-orang di sekitar karena merasa tidak nyaman. Untuk itu, perlu dibasmi secara maksimal, tidak lain dan tidak bukan dengan mengevaluasi dan memperbaiki kebiasaan sehari-hari.

Walau gokil atau ngetrendnya seseorang, tapi bila nafasnya bau jelas tidak akan banyak orang yang nyaman bersamanya. Bahkan, banyak alasan orang untuk menjauhkan diri. Sebaliknya, bila memiliki nafas segar tentu orang akan merasa nyaman, bahkan suka menerima dan saling memberi inspirasi. Oleh karena itu, memiliki nafas segar pada dasarnya sangat diwajibkan sebab merupakan suatu hal yang menguntungkan. Untuk membuat nafas segar tidaklah sulit. Beberapa cara di bawah ini dapat diaplikasikan:

Jaga kebersihan dan kesegaran mulut

Untuk mengatasi nafas bau, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah mengetahui terlebih dahulu penyebab daripada masalah tersebut. Biasanya, nafas bau dapat dipicu oleh kondisi gigi dan mulut yang tidak sehat. Gigi yang berlubang dan berkarang sangat dominan memicu nafas bau. Contohnya gigi berlubang, makanan yang masuk ke dalam lubang gigi akan tersangkut sehingga sulit dibersihkan dan menimbulkan bau busuk. Begitu juga dengan karang gigi sebagai akibat dari sisa-sisa makanan yang tertinggal dan mengeras sehingga memicu bau mulut. Oleh karena itu, penting dalam menjaga kebersihan dan kesegaran gigi & mulut untuk membuat nafas jadi segar. Adapun hal-hal yang bisa dilakukan di antaranya, pertama melakukan penambalan (untuk gigi berlubang) dan pembersihan (untuk gigi berkarang). Kemudian biasanya untuk menyikat gigi secara teratur pagi dan malam, menggunakan obat kumur untuk meminimalisir kuman yang berkembang biak, serta mengkonsumsi buah dan sayur secara rutin untuk menjaga kesegaran mulut.

Hindari makanan khas pemicu bau mulut

Jengkol dan pete tentunya sudah sangat akrab untuk didengar dan menjadi lalapan khas serta penambah nafsu makan. Bahkan yang tadinya tidak ada nafsu makan, setelah melihat jengkol dan pete bukan tidak mungkin merasa langsung lapar. Akan tetapi, jengkol dan pete memiliki bau khas yang sangat menyengat, bahkan tidak mampu hilang walau sudah sikat gigi sekalipun. Demi mendapat nafas segar, tentunya sebagai penggemar jengkol dan pete harus menghindari makanan tersebut, terkecuali tidak mengkonsumsi secara belebihan dan setelah makan siap untuk menggosok gigi, memakai obat kumur, mengkonsumsi buah, atau bahkan kopi bubuk tanpa gula sebagai bahan alami untuk menghilangkan aromanya.

Jauhi rokok

Rokok tidak hanya membuat nafas menjadi bau tetapi kandungan di dalamnya seperti TAR dan nikotin juga dapat merusak organ tubuh, baik itu paru-paru, hati, maupun jantung. Bahkan kebiasaan merokok juga sangat berbahaya bagi perokok pasif. Artinya orang-orang yang tidak merokok pun bisa terkena imbasnya karena asap rokok baik itu keluarga maupun teman. Oleh karena itu, penting untuk menghindari rokok meski tujuan utamanya tak hanya untuk mendapat nafas segar.

Tubuh yang sudah terbiasa merokok pada dasarnya memang sulit untuk berhenti dari kebiasaan tersebut secara spontan. Akan tetapi, kemungkinan besar bisa dienyahkan secara bertahap. Seumpama dalam sehari rutin mengkonsumsi 2 bungkus rokok, ada baiknya jumlah tersebut dikurangi menjadi 1 bungkus, dari 10 batang menjadi menjadi 5 batang, dan seterusnya sampai kebiasaan merokok benar-benar dapat ditinggalkan. Untuk menyiasati kebiasaan tersebut, sebaiknya lakukan hal-hal positif, seperti berolahraga atau kesibukan lain yang dapat memberi manfaat bagi bagi diri sendiri maupun orang di sekitar.

Perlu diketahui bahwa, segar atau tidak segarnya nafas menjadi suatu gambaran akan kesehatan tubuh. Contohnya nafas bau yang diakibatkan oleh gigi berlubang, artinya gigi tidak sehat. Begitu pula bila dipicu oleh bau rokok, artinya suasana tubuh sudah terpengaruh oleh kandungan rokok yakni nikotin yang buktinya tubuh mengalami ketergantungan sehingga kesehatan organ tubuh lainnya juga pasti terganggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *