Kuku PalsuTerutama wanita yang menyukai kesempurnaan dalam penampilan, hal sekecil apapun pasti tak luput dari perhatian salah satunya kuku. Akan sangat percaya diri bagi mereka para wanita yang tidak hanya memiliki kuku yang bersih, tetapi juga kuku yang indah. Akan hal ini, para wanita tak segan mengeluarkan kocek untuk melakukan perawatan kuku seperti manicure. Untuk mempercantik tampilan kuku, para wanita melakukan nail art (seni menghias kuku berbentuk gambar atau motif tertentu dengan cat kuku). Mereka yang memiliki kuku pendek atau kuku jelek akan menyiasatinya dengan penggunaan kuku palsu. Menyinggung soal kuku palsu, mari lebih mengenal lagi dengan tanya jawab berikut:

Bagaimana cara memilihnya?

Pada umumnya, kuku palsu terdiri atas 3 jenis di antaranya:

  • Kuku palsu gel. Kuku palsu yang diaplikasikan pada kuku asli kemudian dikeringkan dengan menggunakan sinar ultraviolet.
  • Kuku palsu tempel. Kuku palsu yang ditempelkan pada permukaan kuku asli dengan menggunakan lem.
  • Sculptured nail. Kuku palsu yang ditempelkan pada ujung kuku asli untuk mendapatkan panjang kuku yang diinginkan.

Sebaiknya tidak asal-asalan dalam memilih kuku palsu. Hanya mementingkan estetika kuku palsu saja tidak cukup.

  • Pilih ukuran yang pas. Setiap orang memiliki bentuk & ukuran kuku yang berbeda-beda. Jangan sampai kuku palsu justru menganggu kenyamanan saat beraktivitas karena terlalu besar, kecil, atau terlalu panjang. Makanya, pastikan kuku palsu yang akan digunakan pas dengan bentuk & ukuran.
  • Cari model & motif sesuai kebutuhan. Ada banyak model & motif pada kuku palsu. Sebaiknya sesuaikan dengan kebutuhan. Apabila dipakai sehari-sehari, sebaiknya pilih dengan model & motif yang simpel yang bisa masuk untuk segala jenis baju. Apabila hanya dipakai satu kali untuk ke pesta, tidak masalah jika pilih model & motif glamour.

Adakah aturan perawatannya?

Perawatan kuku palsu diharapkan agar kuku palsu tahan lama. Namun, alangkah baiknya jika berikan waktu untuk kuku asli “bernafas” dengan melepaskan kuku palsu setiap 1 atau 2 bulan sekali.

Kuku palsu juga penting dirawat dengan baik agar tahan lama dan faktor keamanan. Bagaimana perawatan kuku palsu?

  • Tidak terlalu lama terendam air. Kuku palsu yang terlalu lama terendam akan membuatnya menjadi longgar. Kelonggaran berpotensi memicu jamur yang dapat merusak kuku asli. Makanya, disarankan untuk mengeringkan kuku usai terkana air.
  • Tidak lupa memberikan minyak kuku. Kuku palsu akrilik utamanya harus rutin diberikan minyak, sehari atau dua hari sekali. Tujuannya agar fleksibilitas tetap terjaga sehingga resiko patah atau pecah bisa diminimalisir.

Apakah ada resikonya?

Pastikan memasang kuku palsu di klinik kecantikan kredibel dengan tenaga yang berpengalaman untuk meminimalisir berbagai resikonya.

Kuku palsu dengan aneka motif dan aksesorisnya memang membuat penampilan kuku terlihat menarik. Akan tetapi, ada resiko dibaliknya.

  • Pemasangan kuku palsu yang tidak tepat karena kurangnya pengalaman ditambah lagi peralatan yang digunakan tidak steril, berpotensi terjadinya infeksi. Akibatnya, kuku akan menguning, mengeras, bergerigi, dan menjadi lebih rapuh.
  • Bahan-bahan untuk memasangkan kuku palsu pada kuku asli besar kemungkinan dapat memicu alergi. Keringat & riwayat alergi bisa memperburuk kondisi ini. Jika demikian, kuku akan terasa sakit bahkan di sekitarnya terjadi ruam atau bengkak.

Makanya pikir dua kali jika ingin memasang kuku palsu. Jika memang telah terlanjur mengalami resiko ini, sebaiknya segera lepaskan kuku palsu & konsultasi dengan mereka yang ahli. Barangkali mereka punya solusi yang tepat.