Lakukan Ini Jika Wajah Memerah setelah Menggunakan Obat Anti Jerawat

Siapa sih yang mau jerawatan? Selain membuat wajah jadi tidak enak dipandang, masalah kulit wajah ini juga bisa mengurangi kepercayaan diri. Hal inilah yang membuat orang-orang rela melakukan berbagai cara untuk terhindar dari jerawat. Hal yang sama juga dilakukan oleh para penderita jerawat. Mereka rela menghabiskan uang jutaan rupiah demi menghilangkan jerawat di wajah mereka. Sayangnya, terkadang apa yang diinginkan tidak sesuai dengan kenyataan. Ingin wajah bersih dari jerawat, justru kulit wajah memerah dan tambah tidak enak dilihat.

wajah memerah

Apabila Anda mengalami masalah ini setelah menggunakan obat anti jerawat, apa yang akan Anda lakukan?

Stop pemakaian

Yap, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menyetop pemakaian dari obat anti jerawat tersebut. Mengapa? Besar kemungkinan bahwa wajah yang memerah disebabkan karena kandungan bahan dari obat tersebut tidak cocok dengan kulit wajah sehingga menimbulkan reaksi berupa memerahnya kulit wajah. Apabila hal ini diabaikan, masalah yang lebih besar menanti Anda. Kulit wajah bisa saja menjadi gatal-gatal, iritasi, atau bengkak. Dampak buruk ini akan sulit disembuhkan dan Anda akan butuh dana yang banyak untuk mengobati kulit wajah Anda. Oleh sebab itu, stop pemakaian ketika mengetahui kulit wajah Anda memerah setelah menggunakan obat tersebut, oke!

Hindari menggunakan obat anti jerawat lainnya

Setelah pemakaian obat jerawat yang menyebabkan wajah memerah, sangat disarankan untuk tidak menggunakan obat anti jerawat lainnya, khususnya yang memiliki kandungan bahan-bahan kimia. Alasannya sederhana yaitu untuk membuat kondisi kulit wajah normal terlebih dahulu. Apabila Anda tetap memaksakan untuk menggunakan obat anti jerawat baru, kulit wajah akan kesulitan untuk beregenerasi dan pulih dari dampak obat jerawat sebelumnya. Hal ini juga bisa memperparah kulit wajah dan bahkan bisa membuat jerawat kian banyak tumbuh di wajah Anda.

Minta saran dan solusi dari dokter kulit

Untuk menghindari dampak buruk yang semakin merusak kulit wajah Anda, ada baiknya untuk minta saran dan solusi dari dokter kulit sesegera mungkin. Pastikan untuk memilih dokter kulit yang sudah berpengalaman dan profesional agar layanan yang diberikan juga profesional dan optimal. Jika Anda bingung memilih dokter kulit yang tepat karena ada beberapa dokter kulit di kota Anda, ada baiknya untuk meminta saran dari orang-orang yang pernah berobat di sana. Apabila feedback mereka mengacu kepada satu dokter kulit tertentu, sebaiknya ikuti saran mereka meskipun harga yang ditawarkan mungkin agak lebih mahal dari dokter kulit lainnya.

Kemudian buat janji dengan dokter tersebut dan temui beliau. Dengarkan apa yang disarankan dan kerjakan solusi yang telah diberikan. Pada umumnya, dokter kulit akan menyarankan Anda untuk tidak menggunakan obat-obat jerawat yang mengandung bahan kimia dalam jangka waktu tertentu. Dia akan memberikan obat-obatan medis untuk menyembuhkan kulit wajah memerah Anda terlebih dahulu. Setelah sembuh total, barulah dokter akan menyarankan obat-obat anti jerawat yang baik untuk Anda serta tips memilih obat anti jerawat yang berkualitas.

Oya, ada baiknya juga untuk memilih obat anti jerawat yang mengandung bahan-bahan alami karena efek sampingnya yang tidak ada sama sekali. Di samping itu, sangat disarankan untuk berhati-hati dalam memilih produk karena saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah menemukan banyak produk-produk kecantikan palsu yang dijual di pasaran. Jika Anda memakai produk ini, resiko mengalami efek samping yang lebih parah lagi akan sangat terbuka lebar.

Tanya Jawab Seputar Kuku Palsu

Kuku PalsuTerutama wanita yang menyukai kesempurnaan dalam penampilan, hal sekecil apapun pasti tak luput dari perhatian salah satunya kuku. Akan sangat percaya diri bagi mereka para wanita yang tidak hanya memiliki kuku yang bersih, tetapi juga kuku yang indah. Akan hal ini, para wanita tak segan mengeluarkan kocek untuk melakukan perawatan kuku seperti manicure. Untuk mempercantik tampilan kuku, para wanita melakukan nail art (seni menghias kuku berbentuk gambar atau motif tertentu dengan cat kuku). Mereka yang memiliki kuku pendek atau kuku jelek akan menyiasatinya dengan penggunaan kuku palsu. Menyinggung soal kuku palsu, mari lebih mengenal lagi dengan tanya jawab berikut:

Bagaimana cara memilihnya?

Pada umumnya, kuku palsu terdiri atas 3 jenis di antaranya:

  • Kuku palsu gel. Kuku palsu yang diaplikasikan pada kuku asli kemudian dikeringkan dengan menggunakan sinar ultraviolet.
  • Kuku palsu tempel. Kuku palsu yang ditempelkan pada permukaan kuku asli dengan menggunakan lem.
  • Sculptured nail. Kuku palsu yang ditempelkan pada ujung kuku asli untuk mendapatkan panjang kuku yang diinginkan.

Sebaiknya tidak asal-asalan dalam memilih kuku palsu. Hanya mementingkan estetika kuku palsu saja tidak cukup.

  • Pilih ukuran yang pas. Setiap orang memiliki bentuk & ukuran kuku yang berbeda-beda. Jangan sampai kuku palsu justru menganggu kenyamanan saat beraktivitas karena terlalu besar, kecil, atau terlalu panjang. Makanya, pastikan kuku palsu yang akan digunakan pas dengan bentuk & ukuran.
  • Cari model & motif sesuai kebutuhan. Ada banyak model & motif pada kuku palsu. Sebaiknya sesuaikan dengan kebutuhan. Apabila dipakai sehari-sehari, sebaiknya pilih dengan model & motif yang simpel yang bisa masuk untuk segala jenis baju. Apabila hanya dipakai satu kali untuk ke pesta, tidak masalah jika pilih model & motif glamour.

Adakah aturan perawatannya?

Perawatan kuku palsu diharapkan agar kuku palsu tahan lama. Namun, alangkah baiknya jika berikan waktu untuk kuku asli “bernafas” dengan melepaskan kuku palsu setiap 1 atau 2 bulan sekali.

Kuku palsu juga penting dirawat dengan baik agar tahan lama dan faktor keamanan. Bagaimana perawatan kuku palsu?

  • Tidak terlalu lama terendam air. Kuku palsu yang terlalu lama terendam akan membuatnya menjadi longgar. Kelonggaran berpotensi memicu jamur yang dapat merusak kuku asli. Makanya, disarankan untuk mengeringkan kuku usai terkana air.
  • Tidak lupa memberikan minyak kuku. Kuku palsu akrilik utamanya harus rutin diberikan minyak, sehari atau dua hari sekali. Tujuannya agar fleksibilitas tetap terjaga sehingga resiko patah atau pecah bisa diminimalisir.

Apakah ada resikonya?

Pastikan memasang kuku palsu di klinik kecantikan kredibel dengan tenaga yang berpengalaman untuk meminimalisir berbagai resikonya.

Kuku palsu dengan aneka motif dan aksesorisnya memang membuat penampilan kuku terlihat menarik. Akan tetapi, ada resiko dibaliknya.

  • Pemasangan kuku palsu yang tidak tepat karena kurangnya pengalaman ditambah lagi peralatan yang digunakan tidak steril, berpotensi terjadinya infeksi. Akibatnya, kuku akan menguning, mengeras, bergerigi, dan menjadi lebih rapuh.
  • Bahan-bahan untuk memasangkan kuku palsu pada kuku asli besar kemungkinan dapat memicu alergi. Keringat & riwayat alergi bisa memperburuk kondisi ini. Jika demikian, kuku akan terasa sakit bahkan di sekitarnya terjadi ruam atau bengkak.

Makanya pikir dua kali jika ingin memasang kuku palsu. Jika memang telah terlanjur mengalami resiko ini, sebaiknya segera lepaskan kuku palsu & konsultasi dengan mereka yang ahli. Barangkali mereka punya solusi yang tepat.